|
Film: ENCOUNTERS AT THE END OF THE WORLD |
|
|
|
 Martin Luther, the reformer, was asked : "What would you do, if the world came to an end tomorrow?" and he replied: "I would plant an apple tree". Tapi Werner Herzog bilang: "I would start shooting a new film." —- Liburan telah tiba bagi Werner Herzog. Berpuluh tahun lamanya Herzog berkelana ke pelosok-pelosok benua yang tidak terpikirkan oleh sebagian besar masyarakat modern saat ini. Dan ketika ia memilih berlibur, kita bisa maklum, tempat liburannya juga tidak biasa. Pilihannya disebuah tempat di ujung dunia paling selatan: Antartika!. Sambil ‘liburan’ itulah, ia membuat semacam travelogue yang diberi judul Encounters At The End Of The World. Dari travelogue ini, terlihat dan terdengar jelas, Herzog berangkat dengan riang gembira. Tak paham betul mau bertemu siapa, atau mau berbuat apa. Maklum, ia sudah lama bermimpi ingin kesana, tapi tak punya akses. Ketika National Science Foundation America menawarkan semacam beasiswa untuk program Antarctic Artists and Writers Program, Herzog tak menyia-nyiakan kesempatan.
|
|
Read more...
|
|
|
Werner Herzog:Filmmaker Sekarang Lebih Banyak Mengeluh |
|
|
|
|

Suatu
kali kritikus-yang-menjadi-sutradara François Truffaut menyebutnya ‘the
most important film direcor alive’. Ken Burns menjulukinya ‘the great
film artist of our time’. Peter Wintonick, sutradara Manufacturing
Consent: Noam Chomsky and the Media and Cinema Vérité:Defining the
Moment menganggapnya sebagai suhu. Hubert Sauper, sutradara Darwin’s
Nightmare datang mengadu padanya ketika mengalami masalah. Dialah
satu-satunya orang, satu-satunya sutradara yang sudah membuat film di 7
benua. Itu saja sudah cukup membuat saya tidak bisa tidur ketika suatu
kali mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Werner Herzog, sutradara
dengan kurang lebih 50 film --15 Features, termasuk film pendek dan
selebihnya adalah dokumenter. Beberapa diantara filmnya masuk kategori
‘Film Terbaik Sepanjang Masa’ –Aguirre The Wrath Of God, Fitzcarraldo,
Stroszek---, harus mulai darimana ngobrol dengan orang ini?
|
|
Read more...
|
|
 Perempuan super cantik titisan Dewi Api ini adalah istri dari 5 orang Pandawa, tokoh protagonis dalam kisah Mahabharata. Dalam versi India penggalan kisah Mahabharata, Ibunda Pandawa, Dewi Kunti, bersabda bahwa apa pun yang dimiliki oleh salah seorang dari Pandawa menjadi milik mereka berlima, termasuk istri. (Dalam versi Jawa –karena pengaruh Islam– Drupadi menjadi monogamis dan bersuami hanya Yudhistira seorang). Karena kelima Pandawa itu adalah anak-anak yang patuh pada ibu mereka, maka Drupadi harus dibagi di antara anak raja yang tampan dan gagah itu.
|
|
Read more...
|
|
|
MADRIM, seorang kuli angkut di pasar induk, merasa dirinya bernasib paling malang di dunia. Ia terlibat banyak hutang, ditinggal istri yang cantik, dan diusir dari rumah kontrakan. Ia curhat ke KADIR, teman satu-satunya yang penjaga mushola. Kadir mengatakan semua itu terjadi karena Madrim tak pernah berdoa, dan menyarankan agar Madrim rajin sholat. Madrim mengikuti nasihat ini dan rajin sholat di mushola. Tapi nasibnya tak kunjung berubah.
Suatu hari seorang maling yang sedang dikejar-kejar penduduk masuk mushola. Ia menyandera Kadir dan mengancam akan menusuk leher Kadir. Penduduk menyingkir. Si maling kemudian kabur. Peristiwa ini menjadi inspirasi bagi Madrim. Dalam doanya dia bukan hanya memohon tapi juga mengancam Tuhan. Ia memberi tenggat waktu tiga hari. Jika doanya tidak terkabul, ia akan berpaling ke setan.
|
|
Read more...
|
|
|